Setiap hamba memiliki kemampuan dan kemauan yang berbeda-beda. Tekun dan rajin beribadahnya seseorang hamba adalah tanda tingkat ma`rifat kepada-Nya (Allah).Sedangkan nilai ibadah seorang hamba di hadapan Allah ditunjukan dengan ikhlasnya dalam beramal. Tanpa keikhlasan tidak akan berarti apa-apa amal seorang hamba.
Bekerja siang malam,bersimbah peluh,berkuah keringat, demi menafkahi anak istri ,kalau tidak ikhlas maka tidak akan ada nilainya disisi Allah.
Shalat sunat berpuluh rakaat setiap hari, kalau sekedar ingin disebut sebagai ahli ibadah, ingin dipuji oleh orang lain, maka shalatnya itu hanya sebagai gerakan-gerakan yang tiada arti dan tak bernilai diahadapan Allah.
Subhanallah, sungguh beruntung bagi siapapun yang amalnya selamat dari tujuan lain selain Allah. Karena dia menyadari bahwa Ikhlas adalah Ruh Amal yang menunjukan tegaknya iman.
Imam Ibnu Atho`illah dalam kitabnya AlHikmah berujar, “Beraneka jenis amal yang nampak itu adalah karena beraneka ragam keadaan yang datangnya dari dalam hati seorang ahmba. Beraneka ragam amal yang nampak itu merupakan kerangka yang tegak, sedangkan ruh nya adalah wujud rahasia ikhlas yang ada di dalamnnya ”.
Jelaslah bahwa nilai ibadah seorang hamba dihadapan Allah di tunjukan oleh ikhlasnya dalam beramal. Konsentrasi seorang hamba ahli ikhlas hanya satu,yakni bagaimana agar apa yang dilakukannya di terima oleh Allah Azza Wa Jalla.
Berbuat amal ibadah bagi seorang hamba ahli ikhlas adalah dengan menyembunyikannya dari pandangan manusia sebagaimana dia menyembunyikan keburukan-keburukannya. Bahkan ikhlasnya sorang hamba ahli ikhlas akan nampak bahwa ia tidak melihat terhadap ikhlas itu sendiri. Sebab jikalau ia menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, berarti ikhlasnya tersebut memerlukan keikhlasan lagi, Subhanallah.
Lawan ikhlas adalah isyrak, artinya bercampur dengan yang lain. Ibarat air, ikhlas adalah air bening yang muncul dari mata air pegunungan yang belum tercampur walau oleh setitik noktah pun zat lain di dalamnya. Ikhlas adalah bersih, bening, tanpa campuran sedikit pun. Suatu pekerjaan yang bersih dari maksud lain, maka pekerjaan itu telah di lakukan dengan ikhlas.
Untuk menggapai derajat hamba ahli ikhlas, seseorang harus rela mengorbankan segala kepentingan yang sifatnya pribadi, yang secara duniawi sepertinya dibutukan; harta, jabatan, ketenaran, dan lain sebagainya.
Berkata dusta “lain di bibir lain di hati” adalah tanda kemunafikan. Ini adalah golonagan pendusta, naudzubillah.
Adapun bagi orang-orang yang telah sampai pada maqam ikhlas, maka keikhlasan ini akan membuat pribadinya lebih tenang, lebih kuat, berani, kokoh, tegar, penuh dengan cahaya keindahan.
Sedangkan keikhlasan dalam beramal akan menjadikan amal tersebut terasa nikmat dan mudah, yang pada akhirnya membuat jiwa menjadi merdeka dan tidak di perbudak oleh apapun selain Allaht. Tak dapat dipunkiri, hal ini memang karena ruhnya amal adalah ikhlas . tanpa keikhlasan akan berat dan sia-sialah setiap amal. Oleh karenaya, keikhlasan adalah satu-satunya jalan pintas menuju ridha dan kasih sayang-Nya.
Comments